Kamis, 23 September 2021

Umroh Backpacker

Umroh Model Backpacker 
Jika mengetahui celah dan triknya, tanpa melalui jasa travel, kita tetap bisa berangkat umroh. Istilah kerennya adalah “Umroh Backpacker”. Dengan pengurusan secara mandiri, kita bisa mengatur segala sesuatunya dengan lebih leluasa dan efisien, khususnya dalam hal pembiayaan, jadwal ibadah, dan rute perjalanan. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa ditempuh untuk pergi umroh tanpa pakai jasa agen travel. Yang dimaksud semi backpacker di sini adalah, umroh yang segala prosesnya, mulai dari paspor, tiket, akomodasi dan lain-lain dipersiapkan sendiri; tapi jasa travel tetap digunakan, namun hanya untuk mengurus visa umrohnya saja.
Berdasarkan standar umum, biaya umroh dengan menggunakan jasa travel berkisar antara 2.000 s.d. 4.000USD, tergantung fasilitas yang didapatkan. Atau jika diubah ke dalam rupiah dengan kurs Rp13.500,00 adalah sebesar Rp27.00.000,00 s.d Rp. 54.000.000,00. Paket umroh yang paling murah biasanya tidak mencakup beberapa pengurusan seperti paspor, vaksinasi meningitis, atau pengurusan surat mahram. Sedangkan yang berbiaya tinggi biasanya mencakup tambahan perjalanan wisata dengan fasilitas yang tinggi.

Jika hanya mengurus visanya saja, Anda akan dikenakan biaya sekitar 200-300 USD/orang (harga sebenarnya hanyalah 75-150 USD/orang tergantung musim). Angka pengurusan tersebut bisa lebih besar atau bahkan lebih kecil, tergantung kemampuan Anda berkomunikasi dan bernegosiasi dengan pihak travel (terlebih jika Anda kenal atau memiliki kedekatan dengan pihak travel tersebut). Tidak semua travel umroh bersedia membantu pengurusan visa umroh saja. Hal ini disebabkan karena mereka harus menanggung risiko jika pelamar visa tersebut mengalami atau berbuat masalah di sana. Ada baiknya Anda mencari tahu dari komunitas umroh backpacker mengenai travel mana saja yang bersedia membantu pengurusan visa umroh tanpa harus mengikuti layanan pengurusan lainnya. Yang dimaksud umroh full backpacker adalah perjalanan umroh yang pengurusannya sepenuhnya dilakukan sendiri, tanpa menggunakan jasa travel. Visa yang digunakan adalah visa dari berbagai jalur yang memungkinkannya untuk bisa masuk ke Arab Saudi, seperti: Jalur kerja dan studi di Arab Saudi dan negara-negara teluk (GCC) Untuk Anda yang berada di Arab Saudi dan negara-negara sekitarnya, seperti Oman, UEA, Qatar, Bahrain, atau Kuwait, untuk keperluan studi atau bekerja, Anda bisa melaksanakan ibadah umroh dengan biaya yang sangat terjangkau. Yaitu sekitar Rp1.000.000,00 jika dilakukan dari Arab Saudi dan sekitar Rp3.000.000,00 (termasuk land arrangement) dari negara-negara sekitarnya. Jika Anda benar-benar mau backpackeran, usahakan tidak berangkat seorang diri. Ajaklah beberapa teman, minimal 3-4 orang, atau bergabunglah dengan komunitas umroh backpacker lainnya. Selain bisa meminimalisasi kemungkinan tersesat sendirian, Anda juga bisa berbagi banyak hal, sehingga bisa memudahkan perjalanan dan meringankan biaya operasional. Khusus bagi wanita, terutama yang belum menikah dan berusia kurang dari 45 tahun, Anda tidak bisa melakukan umroh tanpa ditemani mahram seperti suami, ayah, saudara laki-laki atau paman, kecuali dengan melampirkan surat mahram. Surat ini akan diminta saat pengajuan visa, dan bisa dibuat dengan biaya sekitar Rp250.000,00-500.000,00. Waktu Pembukaan Pendaftaran Visa di Kedutaan Besar Arab Saudi Waktu pendaftaran visa umroh dimulai pada bulan Safar hingga bulan Ramadan (terhitung sekitar 8 bulan efektif). Selain di bulan-bulan tersebut, yaitu Muharam, Syawal, Dzulqa’adah, dan Dzulhijah, Kedutaan Besar Arab Saudi tidak membuka pengurusan visa umroh. Jika Anda tetap mau berangkat di bulan-bulan itu, Anda harus menempuh jalur visa non umroh, seperti visa kunjungan atau ziarah. Perkiraan Kepadatan Jemaah Umroh di Baitullah High season umroh : Rajab, Sya’ban, Ramadan, Low/regular season : Safar, Rabiul Awal, Rabiul Akhir, Jumadil Ula, Jumadil Tsaniah Hindari keberangkatan pada bulan-bulan dengan cuaca yang ekstrem, seperti pada puncak musim panas, yaitu Juni-Agustus, karena suhu bisa mencapai 44-45°C. Sebaliknya, pada musim dingin, yaitu bulan November-Februari suhunya bisa mencapai 8° s.d. -2°C. Untuk mendapatkan cuaca yang bersahabat, Anda bisa berangkat pada bulan Februari-Mei. 
Tiket Pesawat 
Harga tiket pesawat sangat ditentukan oleh jenis maskapai dan musim kepadatan ibadah di Tanah Suci. Itu sebabnya pada masa high season umroh, harga tiket bisa sangat mahal. Untuk mendapatkan informasi mengenai jadwal dan rute penerbangan, kemungkinan transit, serta perbandingan harga dan promo-promo maskapai penerbangan, Anda bisa mencarinya secara online melalui Skyscanner. Pastikan Anda memesan tiket dari jauh-jauh hari dengan menggunakan maskapai penerbangan yang harganya terjangkau. Sebagai alternatif, selain mencari promo dari penerbangan langsung Jakarta-Jeddah/Madinah, Anda bisa melakukan pembelian tiket dari Jakarta via negara mayoritas bukan muslim ke Jeddah/Madinah, atau kota lainnya yang tidak terlalu jauh dari Mekkah. Pada negara yang penduduknya mayoritas beragama islam, permintaan penerbangan ke Tanah Suci cukup tinggi, sehingga maskapai penerbangan berani menetapkan harga yang tinggi. Untuk itu, Anda bisa menyiasatinya dengan berangkat dari negara tetangga terdekat yang mayoritas penduduknya bukan muslim, seperti Singapura, Filipina, Thailand, Laos, atau Myanmar. Risikonya, durasi perjalanan Anda menjadi lebih lama karena harus beberapa kali transit. Sebagai contoh, Anda bisa saja membeli tiket murah dengan maskapai yang berbeda. Berikut ini adalah simulasi rute untuk keberangkatan tanggal 2 Mei 2016 s.d 12 Mei 2016 (asumsi ibadah 10 hari -9 malam): Rute Keberangkatan: Jakarta – Manila PP maskapai Air Asia Rp 549.000,00 (tidak promo) Manila – Riyadh PP Philippine Air. (2x transit) Rp 5.200.000,00 (tidak promo) Jika dijumlahkan, total biaya tiket PP Anda adalah Rp5.749.000,00. Sedangkan jika membeli tiket PP Jakarta-Jeddah pada tanggal yang sama, harganya paling murah sekitar Rp9.000.000,00. Harga itu tidak termasuk biaya jasa pembelian tiket melalui travel, dan harga itu juga masih bisa berubah. Berdasarkan biaya standar pengurusan umroh, komponen biaya tiket pesawat yang dibebankan kepada calon peserta umroh minimal sebesar Rp14.500.000,00 dan maksimal Rp17.500.000,00. Jika Anda benar-benar mau mencari tiket promo, Cebu Pacifik dengan keberangkatan dari Manila ke Riyadh pernah memberikan promo PP seharga Rp200.000,00. Airasia juga terkenal memberikan promo bahkan sampai 0 rupiah. Murah, bukan? Alternatif lainnya adalah dengan membeli tiket Pesawat PP dari Jakarta ke negara Teluk, lalu disambung dengan penerbangan ke Jeddah, dan sebaliknya.
Asuransi Perjalanan 
Sebagai backpacker, Anda memiliki risiko perjalanan yang lebih besar dibandingkan jika bergabung dengan travel, karena segala sesuatunya Anda urus sendiri. Untuk itu, pastikan Anda memiliki asuransi perjalanan yang berlaku selama masa perjalanan. Asuransi tersebut bisa dibeli berbarengan dengan tiket pesawat. 
Akomodasi 
Hotel/Penginapan Murah Untuk mendapatkan penginapan murah, Anda bisa memesan hotel berbintang 3 ke bawah dengan harga sekitar 200-an Real, atau dalam rupiah sekitar Rp500.000-an. Selain itu ada apartemen-apartemen murah yang disewakan di radius 1-2 km dari Masjidil Haram atau Mesjid Nabawi, dengan kisaran harga 50-100 Real, atau sekitar Rp125.000,00-250.000,00 per malam. Anda bisa berbagi dengan rekan backpacker. Per kamar bisa diisi 3-4 orang. Memanfaatkan Masjid Proses ibadah yang panjang akan mengondisikan Anda untuk banyak berada di mesjid. Tidak ada salahnya untuk menghemat pengeluaran, Anda mengagendakan untuk mabit atau bermalam di (pelataran) Mesjid. Seperti di Masjidil Haram atau Mesjid Nabawi. Untuk itu, jangan lupa membawa selimut dan bantal tiup untuk membuat Anda tetap nyaman dan bisa beristirahat dengan baik. Perlengkapan dan perbekalan Anda bisa dititipkan di loker yang banyak tersedia di pelataran mesjid. 
Transportasi Lokal
Untuk memudahkan perjalanan dan menghemat biaya transportasi lokal, pilihlah penerbangan yang bandara ketibaannya paling dekat dengan Mekkah (di Mekkah tidak ada bandara), yaitu King Abdul Aziz – International Airport di Jeddah. Bandara ini juga bisa dijadikan tempat Miqat atau tempat membaca niat umroh dan memulai ihram. Untuk menuju ke Mekkah dan Masjidil Haram dari bandara Jeddah, Anda bisa menggunakan sarana transportasi umum yang ada, entah itu taksi atau angkutan umum lain yang beroperasi 24 Jam. Berikut ini adalah kisaran biayanya: Taksi dari bandara Jeddah – Masjidil Haram : 200-300 Real (Rp500.000,00-750.000,00) Bis Saptco dari bandara Jeddah – Masjidil Haram : 30 Real (Rp75.000,00)* Bis Saptco dari Madinnah-Mekkah : 75 Real (Rp187.500,00) *Dari bandara Jeddah ke terminal bis Saptco cukup jauh. Jadi Anda masih harus naik taksi juga. Tapi harganya tetap tidak semahal kalau Anda langsung dari bandara ke Masjidil Haram, yaitu 100 Real atau sekitar Rp250.000,00. Mengenai perlu atau tidaknya pendamping umroh, itu sepenuhnya menjadi keputusan Anda. Adapun biaya yang dikenakan jika Anda menggunakan jasa Muthawif berdasarkan harga travel adalah sebesar 200 real atau Rp500.000,00/hari. Anda bisa mengatur sendiri kebutuhan makan Anda sesuai kebutuhan dan selera. Banyak warung makanan kaki lima yang bisa Anda temukan di sekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Atau sebagai alternatif (jika Anda cukup supel), Anda bisa membeli makanan katering jemaah umroh lain. Harganya biasanya 30-40 Real atau Rp75.000,00-80.0000,00/hari untuk 3x makan termasuk pencuci mulut. Demikianlah gambaran mengenai cara umroh tanpa ikut travel. Intinya, baik semi maupun full backpacker, dibutuhkan keberanian, koneksi, dan kemampuan bernegosiasi serta mengekspolasi sumber daya berbiaya murah dengan fasilitas yang lumayan. Selamat mencoba, semoga niat dan usaha Anda untuk bisa berkunjung ke rumah Allah dan beribadah umroh mendapatkan rida Allah Swt. Aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"Du" Petter Maffay-tabulation song