Hoe goed zijn mijn blogs?
This time I'll try to write about one of the most web based app that always relly on by accredited journal institution and Jakarta State University (UNJ),that's TURNITIN. Mulai awal tahun 2017, UNJ telah menjadi salah satu kampus yang
menggunakan jasa aplikasi ini untuk menyeleksi karya-karya ilmiah PARA MAHASISWA DAN DOSEN yang mungkin
mengandung plagiasi.
Bersumber dari website ini, Turnitin adalah sebuah website
yang dapat digunakan oleh guru atau dosen sebagai pendidik untuk mengecek
tingkat plagiasi yang terdapat di dalam karya mahasiswa. Situs ini sudah
dipakai di berbagai belahan dunia untuk menjaga integritas dan kejujuran para
mahasiswanya. Selain itu, situs ini juga dapat dipakai untuk melakukan
peer-checking terhadap pekerjaan sesama mahasiswa. Caranya adalah mahasiswa
mengunggah (upload) file pekerjaannya ke dalam situs tersebut sesuai dengan
nama kelas dan jenis tugasnya setelah diberi kode kelas dan password kelas yang
sudah dibuat oleh guru/dosen kemudian guru atau dosen akan mengecek orisinalitas
dan kualitas pekerjaan tersebut. Peer-checking juga dapat diakses dari akun
Turnitin pribadi masing-masing mahasiswa.
Secara sederhana, turnitin adalah aplikasi berbasis web yang
berfungsi untuk membantu meningkatkan kemampuan menulis seseorang. Aplikasi
berbasis web berarti turnitin dijalankan di dalam jendela browser tanpa perlu
memasang perangkat lunak di komputer kita. Membantu meningkatkan kualitas
penulisan dilakukan dengan berbagai fitur yang ada di dalamnya seperti revision
assistant & feedback studioi.(sumber) Namun seperti yang sudah diketahui,
fungsi utama dari aplikasi ini adalah mendeteksi plagiasi yang mungkin
dilakukan penulis dalam karya tulisnya.
Bagaimana cara kerjanya?
Turnitin memiliki algoritma pencarian yang didesain oleh
developernya untuk membandingkan tingkat kemiripan suatu karya tulis dengan
tulisan-tulisan yang sudah beredar. Disini, turnitin memiliki 3 sumber utama
sebagai pembanding tulisan yang akan diujikan, yakni sumber internet(blog, web,
dsb), referensi akademik (buku, jurnal, publikasi ilmiah, artikel), dan
database lokal yang merupakan database yang dimiliki masing-masing institusi.
Algoritma pencarian yang bekerja pada aplikasi ini luar
biasa detail, karena akan membandingkan KATA PERKATA, bukan lagi kalimat
ataupun paragraf. Kebayang kan, yang ngga copy-paste aja banyak yang kena
deteksi, apalagi yang bener-bener jiplak utuh. Namun demikian, hasil yang
diperlihatkan oleh turnitin tidaklah mutlak menjadi acuan untuk menilai
plagiasi sebuah karya tulis. Pada saat pengecekan, hasil yang ditampilkan akan
merinci berbagai elemen plagiasi yang ditemukan. Disinilah peran operator
sangat penting, untuk memisahkan elemen yang bukan termasuk ke dalam plagiasi. Oh
ya batas plagiasi untuk mahasiswa S2 UNJ itu 18% ya! <18% akan lolos uji!
Untuk itu, penting
bagi kita sebagai mahasiswa untuk memahami apa yang dikategorikan sebagai
plagiasi. Menurut KBBI, plagiasi merupakan pengambilan karangan (pendapat dan
sebagainya) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan (pendapat dan
sebagainya) sendiri, misalnya menerbitkan karya tulis orang lain atas nama
dirinya sendiri; jiplakan. Poinnya adalah dua, yakni jiplakan dan pengambilan
karangan orang lain tanpa mencantumkan sumber. Jiplakan berarti
penulis hanya melakukan salin-tempel tulisan dari sumber lain. Sedangkan
pengambilan karangan adalah menuliskan teori, pendapat, ataupun kajian konsep
orang lain tanpa mencantumkan sumber yang jelas.
Beberapa hal yang bisa kita lakukan
untuk lolos uji turnitin ;
1. Jangan COPAS! Ini
sih jelas banget ya XD Maksud disini adalah, kita harus kurangin penggunaan
ctrl+c dan ctrl+v, karena ini yang paling berisiko. Algoritma pencocokan
aplikasi ini luar biasa akuratnya lho, bahkan cenderung over accurate.
Kalo kalian nemuin kalimat atau paragraf yang pengen kalian masukin ke karya
tulis, coba diparafrase dengan gaya tulisan kalian sendiri, misalkan kalimat
aktif dijadikan kalimat pasif, atau cari sinonim dari tulisan aslinya. Intinya
jangan COPAS, pasti ketauan.
2. Cantumkan SUMBER! Plagiat
itu ketika kita memasukan pendapat orang tapi tidak mencantumkn sumbernya, seolah-olah
itu adalah pendapat kita sendiri. Penting untuk kita sebagai akademisi untuk
tau tata cara penulisan ilmiah yang baik, termasuk penulisan sumber teori atau
informasi yang didapat.
3. Hindari pemakaian dokumen
legal! Dokumen legal yang dimaksud spt Undang-undang, Peraturan
Pemerintah, atau dokumen-dokumen yang tidak dapat diubah redaksi dan maknanya.
Dalam banyak kasus, Bab 1 Pendahuluan selalu memiliki persentase kemiripan yang
tinggi dikarenakan pencatutan undang-undang sebagai "penambah"
halaman. Walaupun kalian bisa cantumkan sumbernya, tapi aq saranin sih jangan,
daripada deg-degan sendiri. :D
Sebagai penutup, aq cuma mau bilang
kalian ngga perlu khawatir. Selama kalian mengerjakan karya tulis kalian dengan
baik dan benar, sesuai dengan kaidah penulisan ilmiah yang berlaku, pasti
kalian bisa lolos uji turnitin ko. Hadirnya aplikasi ini pun ditujukan untuk
peningkatan kualitas karya tulis mahasiswa dan dosen sebagai bentuk peningkatan
kualitas akademik di kampus kita tercinta.
Bravo and good luck,all civitas UNJ.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar