Jumat, 20 Juli 2018

What is Turnitin....?

Uji Plagiasi dengan Turnitin and Efforts for Succed!
Hoe goed zijn mijn blogs?
This time I'll try to write about one of the most web based app that always relly on by accredited journal institution and Jakarta State University (UNJ),that's TURNITIN. Mulai awal tahun 2017, UNJ telah menjadi salah satu kampus yang menggunakan jasa aplikasi ini untuk menyeleksi karya-karya ilmiah PARA MAHASISWA DAN DOSEN yang mungkin mengandung plagiasi.


Bersumber dari website ini, Turnitin adalah sebuah website yang dapat digunakan oleh guru atau dosen sebagai pendidik untuk mengecek tingkat plagiasi yang terdapat di dalam karya mahasiswa. Situs ini sudah dipakai di berbagai belahan dunia untuk menjaga integritas dan kejujuran para mahasiswanya. Selain itu, situs ini juga dapat dipakai untuk melakukan peer-checking terhadap pekerjaan sesama mahasiswa. Caranya adalah mahasiswa mengunggah (upload) file pekerjaannya ke dalam situs tersebut sesuai dengan nama kelas dan jenis tugasnya setelah diberi kode kelas dan password kelas yang sudah dibuat oleh guru/dosen kemudian guru atau dosen akan mengecek orisinalitas dan kualitas pekerjaan tersebut. Peer-checking juga dapat diakses dari akun Turnitin pribadi masing-masing mahasiswa.

Secara sederhana, turnitin adalah aplikasi berbasis web yang berfungsi untuk membantu meningkatkan kemampuan menulis seseorang. Aplikasi berbasis web berarti turnitin dijalankan di dalam jendela browser tanpa perlu memasang perangkat lunak di komputer kita. Membantu meningkatkan kualitas penulisan dilakukan dengan berbagai fitur yang ada di dalamnya seperti revision assistant & feedback studioi.(sumber) Namun seperti yang sudah diketahui, fungsi utama dari aplikasi ini adalah mendeteksi plagiasi yang mungkin dilakukan penulis dalam karya tulisnya.

Bagaimana cara kerjanya?
Turnitin memiliki algoritma pencarian yang didesain oleh developernya untuk membandingkan tingkat kemiripan suatu karya tulis dengan tulisan-tulisan yang sudah beredar. Disini, turnitin memiliki 3 sumber utama sebagai pembanding tulisan yang akan diujikan, yakni sumber internet(blog, web, dsb), referensi akademik (buku, jurnal, publikasi ilmiah, artikel), dan database lokal yang merupakan database yang dimiliki masing-masing institusi.
Algoritma pencarian yang bekerja pada aplikasi ini luar biasa detail, karena akan membandingkan KATA PERKATA, bukan lagi kalimat ataupun paragraf. Kebayang kan, yang ngga copy-paste aja banyak yang kena deteksi, apalagi yang bener-bener jiplak utuh. Namun demikian, hasil yang diperlihatkan oleh turnitin tidaklah mutlak menjadi acuan untuk menilai plagiasi sebuah karya tulis. Pada saat pengecekan, hasil yang ditampilkan akan merinci berbagai elemen plagiasi yang ditemukan. Disinilah peran operator sangat penting, untuk memisahkan elemen yang bukan termasuk ke dalam plagiasi. Oh ya batas plagiasi untuk mahasiswa S2 UNJ itu 18% ya! <18% akan lolos uji!


Untuk itu, penting bagi kita sebagai mahasiswa untuk memahami apa yang dikategorikan sebagai plagiasi. Menurut KBBI, plagiasi merupakan pengambilan karangan (pendapat dan sebagainya) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan (pendapat dan sebagainya) sendiri, misalnya menerbitkan karya tulis orang lain atas nama dirinya sendiri; jiplakan. Poinnya adalah dua, yakni jiplakan dan pengambilan karangan orang lain tanpa mencantumkan sumber. Jiplakan berarti penulis hanya melakukan salin-tempel tulisan dari sumber lain. Sedangkan pengambilan karangan adalah menuliskan teori, pendapat, ataupun kajian konsep orang lain tanpa mencantumkan sumber yang jelas.
Beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk lolos uji turnitin ;

1. Jangan COPAS! Ini sih jelas banget ya XD Maksud disini adalah, kita harus kurangin penggunaan ctrl+c dan ctrl+v, karena ini yang paling berisiko. Algoritma pencocokan aplikasi ini luar biasa akuratnya lho, bahkan cenderung over accurate. Kalo kalian nemuin kalimat atau paragraf yang pengen kalian masukin ke karya tulis, coba diparafrase dengan gaya tulisan kalian sendiri, misalkan kalimat aktif dijadikan kalimat pasif, atau cari sinonim dari tulisan aslinya. Intinya jangan COPAS, pasti ketauan.

2. Cantumkan SUMBER! Plagiat itu ketika kita memasukan pendapat orang tapi tidak mencantumkn sumbernya, seolah-olah itu adalah pendapat kita sendiri. Penting untuk kita sebagai akademisi untuk tau tata cara penulisan ilmiah yang baik, termasuk penulisan sumber teori atau informasi yang didapat.

3. Hindari pemakaian dokumen legal! Dokumen legal yang dimaksud spt Undang-undang, Peraturan Pemerintah, atau dokumen-dokumen yang tidak dapat diubah redaksi dan maknanya. Dalam banyak kasus, Bab 1 Pendahuluan selalu memiliki persentase kemiripan yang tinggi dikarenakan pencatutan undang-undang sebagai "penambah" halaman. Walaupun kalian bisa cantumkan sumbernya, tapi aq saranin sih jangan, daripada deg-degan sendiri. :D

Sebagai penutup, aq cuma mau bilang kalian ngga perlu khawatir. Selama kalian mengerjakan karya tulis kalian dengan baik dan benar, sesuai dengan kaidah penulisan ilmiah yang berlaku, pasti kalian bisa lolos uji turnitin ko. Hadirnya aplikasi ini pun ditujukan untuk peningkatan kualitas karya tulis mahasiswa dan dosen sebagai bentuk peningkatan kualitas akademik di kampus kita tercinta.
Bravo and good luck,all civitas UNJ.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"Du" Petter Maffay-tabulation song