Memasuki
tahun ajaran baru, saatnya memilih sekolah yang tepat. Banyak sekolah
mencantumkan label kurikulum berbasis International Baccalaureate (IB).
Maksudnya
adalah sekolah terebut menerapkan sistem pendidikan internasional. Pusatnya
berada di Genewa Swiss.
Lembaga pendidikan
ini membentuk sebuah sistem pendidikan yang memungkinkan setiap anak dapat
melanjutkan perguruan tinggi di mana pun. IB lahir untuk mendorong setiap anak
berpikir bebas, kreatif, berkarakter, dan berwawasan global.
IB memiliki
kurikulum yang membagi siswanya dalam 3 program pendidikan:
Primer
Years Programme, 3-12 tahun.
Program ini
dirancang agar anak mengembangkan diri dan aktif belajar. Bidang studi yang
dipelajari adalah yaitu language, social study, mathematic, art, science, dan
physical education.
Midle
Years Programme, 11-16 tahun.
Anak diajarkan untuk
menjadi warga dunia dan memiliki karakter positif. Bidang studi yang diajarkan
adalah mother tongue, second language, humanities, science, mathematics, art,
physical education, dan technology.
IB
Diploma Programme, 16-19 tahun.
Program
diploma ini berlangsung selama dua tahun untuk mempersiapkan anak memasuki
perguruan tinggi. Dalam tahap ini anak akan memilih salah satu dari 6 program
yang disediakan dalam bidang matematika, seni, pelajaran sosial, bahasa serta
pengalaman eksperimental.
Untuk lulus siswa
harus melewati beberapa elemen berikut:
Extended
essay, siswa wajib melakukan penelitian mandiri terhadap subyek yang
dipelajari.
Theory of knowledge,
meminta siswa untuk merenungkan bagaimana mereka tahu apa yang mereka ketahui
dan mengekstraksinya dalam sebuah teori.
CAS (Creative,
Action, Service), mengharuskan siswa berkomitment untuk seni, kegiatan
olahraga, dan pelayanan masyarakat.
Saat
ini, di Indonesia sudah banyak sekolah yang telah menerapkan sistem pendidikan
ini. Kelebihannya tentu membuat anak berwawasan global dan berkesempatan
melanjutkan studi di luar negeri.
Kelemahannya,
pendidikan diploma belum diakui jika melanjutkan studi di dalam negeri. Biaya
yang relatif mahal, bahkan beberapa sekolahnya hanya menerima pembayaran dengan
mata uang dollar Amerika.
Beberapa contoh sekolah yang telah menerapkan sistem ini adalah:
Jakarta International School atau JIS, Bandung International School, Bali
International School, Sekolah Ciputra, dan Binus International School. (ded/ded)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar